Pengalaman Berobat Alternatif ke Batra Eyang Gentar, Saat Praktek di Kota Cimahi

Pengalaman Berobat Alternatif ke Batra Eyang Gentar, Saat Praktek di Kota Cimahi

Selasa malam, 27 November 2018 saya dikejutkan oleh telepon dari ibu saya. Dalam perbincangan tersebut beliau berkeinginan berobat alternatif ke Batra Eyang Gentar yang sedang buka praktek di Kota Cimahi, tepatnya di KPAD Pasopati No.18 RT. 04 RW. 11 Kota Cimahi.

Esok harinya Saya sendiri langsung mencari alamat tersebut untuk mengetahui tempat praktek, jadwal praktek dan informasi lainnya. Singkat cerita Saya langsung menemukan alamat yang dituju, ternyata alamat tersebut tertuju pada rumah dinas TNI yang dipakai untuk tempat praktek. Saat tiba di tempat, saat itu hari Rabu kira-kira pukul 10.30 dengan kondisi ramai. mungkin ada sekitar puluhan orang pasien berada di sana.

Tempat praktek  Batra Eyang Gentar di Kota Cimahi
Iseng-iseng saya mencoba mendaftar.... namun ditolak bagian pendaftaran karena harus bersama pasien yang akan diobati dan membayar biaya pengobatan sebesar RP. 300.000,-. Karena saat itu ibu saya tidak ikut, akhirnya Saya pergi ke rumah ibu untuk dibawa ke tempat praktek Eyang Gentar.

Pukul 11.30 saya kembali ke tempat praktek Pengobatan Batra Eyang Gentar. Ternyata saat itu situasi sudah lengang, tinggal lima orang pasien lagi yang akan diobati. Perlu diketahui bahwa setelah mendaftar dan membayar Rp. 300.000,- akan dipanggil per empat orang untuk masuk ke ruang pengobatan.

Tiba giliran ibu saya yang dipanggil, kemudian saya bawa ibu ke ruangan. Di dalam bagian rumah (mungkin asalnya ruang tamu) terdapat meja yang dijaga dua orang, di atas meja terlihat beberapa botol minuman mineral kira-kira berukuran 600ml dan beberapa botol berukuran agak kecil. Terlihat seperti tempat pengambilan obat.

Kemudian saya bersama ibu disuruh masuk ke ruangan agak ke dalam, di ruangan tersebut sudah hadir Eyang Gentar dengan pakaian serba hitam termasuk tutup kepala (peci) dan beberapa kru yang juga berpakaian serba hitam. Ibu Saya langsung di tangani dengan diberi beberapa pertanyaan mengenai keluhan./penyakit yang diderita. Perlu diketahui ibu saya sudah satu tahun tidak bisa berjalan karena bagian lututnya sakit sehingga selama itu beliau menggunakan kursi roda untuk melakukan aktifitas.

Terapi dimulai, Eyang Gentar langsung memeriksa bagian belakang tubuh ibu saya, tepatnya punggung sebelah bawah. Kata Eyang Gentar, bagian pinggang ibu saya kejepit. Kemudian Eyang menulis di secarik kertas dan memberikan ke asistennya sambil berkata "Perbaiki tulang ekornya 1 sampai 5".

Selanjutnya Ibu saya dibawa oleh asisten Eyang Gentar ke ruangan lain, namun kali ini saya tidak diperkenankan masuk, dan disuruh menunggu. Sambil menunggu selesainya terapi Ibu saya, Saya ngobrol dengan beberapa pasien yang telah selesai diterapi dari ruangan tersebut. Katanya mereka dibekam. Pasien perempuan oleh asisten perempuan dan Pasien laki-laki ditangani oleh asisten laki-laki.

Cukup lama saya berdiam di ruangan tersebut, terlihat beberapa orang selesai melakukan pengobatan. Kemudian mereka dipanggil ke bagian obat, betapa kagetnya saya, selain biaya pendaftaran dan terapi sebesar Rp. 300.000,- ternyata ada obat yang harus ditebus secara terpisah. Saya lihat, hampir semua orang diharuskan menebus obat sebesar RP. 2.500.000,-.

Standarnya,dengan biaya obat sebesar itu, setiap pasien akan mendapatkan 7 botol air mineral (Katanya air Rukiyah) untuk diminum selama tujuh hari, dan beberapa botol kecil (minyak urut), dan beberapa botol kecil obat untuk diminum. Obat tersebut bisa habis selama 7 hari.

Namun, petugas yang jaga obat tersebut tidak mengharuskan dibeli semuanya, pasien boleh menebusnya sebanyak setengah resep. seperempat, atau bahkan cuma satu botol juga boleh. Dalam hati saya bingung, sebab saat itu saya hanya membawa uang sebesar 300 ribu.

Saat sedang berfikir,,,, datanglah ibu saya keluar dari ruangan bekam, lalu nama beliau dipanggil oleh petugas obat. Dan benar saja penjaganya langsung menyodorkan 7 botol air mineral (katanya berisi air rukiyah) dan beberapa botol kecil yang terdiri dari minyak oles dengan harga RP. 2.500.000,-.

Saya langsung menjelaskan bahwa saya tidak akan membeli obat beserta air Rukiyah tersebut karena tidak membawa uang yang cukup. Perlu diketahui, bila kita membeli sedikit obat, maka harga satuan obat menjadi lebih mahal, saya contohkan.... sebotol obat yang berukuran kecil dihargakan RP. 500.000,-.

Namun petugas obat tidak kehilangan akal agar obatnya ditebus....meski saya bersikukuh uangnya kurang, kemudian ia merbicara sedikit berbisik,,, "Untuk bapak... biarlah cukup bayar Rp. 300.000 saja untuk satu bolol minyak oles dan satu botol air Rukiyah, tapi jangan bilang-bilang ke pasien lainnya ya pak...!"

Dengan membawa satu bolol minyak oles dan satu botol air Rukiyah sayapun pulang ke rumah... mengantarkan ibu saya. Tiba di rumah langsung saya minumkan sebagian air rukiyah ke ibu saya, dan mengoleskan minyak ke bagian yang sakit seperti yang diperintahkan petugas obat di tempat praktek Eyang Gentar.

Batra Eyang Gentar buka praktek setiap hari rabu dari pagi hingga sore hari di KPAD Pasopati No.18 RT. 04 RW. 11 Kota Cimahi.

Demikianlah pengalaman saya berobat alternatif di Batra Eyang Gentar semoga ada manfaatnya bagi pembaca.
 
Read More