Satelit LAPAN Ungkap Tanda Kiamat di Madinah, Arab Saudi

Satelit LAPAN Ungkap Tanda Kiamat di Madinah, Arab Saudi

Citra Satelit Lapan di Kota Madinah - Arab Saudi
Satelit LAPAN A3/IPB mengabadikan jalur vegetasi di Kota Madinah Arab saudi yang ditandai dengan jalur berwarnah merah di Kota Madinah Al Munawarah dari luar angkasa.

Pada foto dari satelit tersebut tampak jelas titik-titik merah dari bukit kesekitar kota suci ini.

Dalam akun Twiternya @LAPAN_RI, LAPAN menjelaskan bahwa tanda merah tersebut menunjukkan adanya vegetasi di sekitar kota Madinah.

"Kota Madinah Al Munawarah dari Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB. False color RGNir. Warna merah menunjukkan adanya vegetasi. LAPAN A3 adlh satelit karya peneliti Indonesia di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN yg tlh mengorbit sejak 2016," tulis @LAPAN_RI.

Dikutip dari id.wikipedia.org, Vegetasi (dari bahasa Inggris: vegetation) dalam ekologi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan di suatu tempat tertentu, mencakup baik perpaduan komunal dari jenis-jenis flora penyusunnya maupun tutupan lahan (ground cover) yang dibentuknya. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem, atau, dalam area yang lebih sempit, relung ekologis. Beraneka tipe hutan, kebun, padang rumput, dan tundra merupakan contoh-contoh vegetasi.

Dilihat dari sisi agama Islam, tumbuhnya kembali tanah Arab adalah salah satu tanda kiamat. Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai. Dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا.

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”

Di dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tanah Arab sebelumnya adalah hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai dan akan kembali seperti semula.

Wallohu'alam...

Di Bawah ini salah satu Video pantauan dari darat tentang keadaan Kota Madinah yang sudah menghijau.

Read More
Titi Wati -  Wanita Tergemuk di Provinsi Kalimantan Tengah

Titi Wati - Wanita Tergemuk di Provinsi Kalimantan Tengah

Titi Wati (37), perempuan asal Kalimantan Tengah saat ini banyak disorot media karena memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badannya yang mencapai 350 kilogram (kg) membuatnya dapat julukan sebagai wanita tergemuk di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Bersama suami dan putrinya, Titi mendiami sebuah rumah yang beralamt di di Jalan G Obos XXV Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Obesitas yang diderita Titi sudah berlangsung selama enam tahun dan terasa sangat mengganggunya.

Titi Wati
Di rumahnya, titi  hanya bisa berbaring dan tengkurap, jika pun ada aktifitas yang dilakukan hanya menyanyi dengan cara karaoke ditempatnya berbaring, bahkan untuk mandi pun hanya ditempat itu juga.
Obesitas yang dideritanya, sudah mulai tampak sejak dia berusia 27 tahun. Dulu, Sintia panggilan akrab Titi yang memiliki body big size ini tampak semok bak gitar spanyol.

Wanita berambut panjang ini lima tahun lalu, berat badannya hanya 167 Kg dan itu terakhir menimbang badan.

Berjalan lima tahun terakhir, ibu dari Herliana (19) ini sudah memiliki bobot sangat besar hingga mencapai 350 kilogram. Menurut penuturan keluarganya, Titi sangat doyan ngemil. Ngemilnya yang tidak terkontrol membuat badannya melebar, pola makan yang hantam kromo terutama ngemil dan minum es inilah yang membuat tubuhnya berubah seperti wanita raksasa dengan bobot 350 kilogram.

Meski doyan ngemil, Titi masih normal makan nasi tiga kali sehari, tapi ngemilnya memang sangat sering, apalagi ketika sedang pusing, makin banyak makannya.

Selama enam tahun sejak tahun 2013, Titi hanya bisa tengkurap di ruang kamarnya. Dia hanya bisa menyanyi karaoke dan menonton televisi bersama suami keduanya, Edi (52) dan anak dari suami pertama Herlina (19).

Selama ini, suami kedua Titi ini bekerja pancari kayu di Bukit Tangkiling. Mereka tinggal di rumah kontrakan sejak 2013 di Jalan G Obos XXV Gang Bima Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya Palangkaraya.

Saat ditanya tentang hubungan dengan suami, Titi mengatakan, dia bersama suami pertama habis jodoh dan ketemu suami kedua yang hingga saat ini masih setia mendampingi hingga kondisi tubuhnya besar seperti sekarang.

Menurut Dinas Kesehatan Kalteng, setelah diperiksa kesehatannya, Dinas Kesehatan Kalteng menyatakan, meskipun mengalami obesitas dokter menyatakan Sintia sehat saja, hanya perlu dikontrol pola makannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti, mengatakan, obesitas terjadi akibat penumpukkan lemak akibat pola makan yang tidak sehat.

Pihak Dinas kesehatan berencana akan memberikan pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, untuk menurunkan berat badannya yang kini mencapai 350 kg.

Namun petugas bingung untuk mengeluarkan tubuh Titi yang ekstra size dengan berat 350 kilogram tersebut, karena pintu rumah tempat kontrakkannya terlalu kecil sehingga petugas berencana menjebol pintu.

Kini, Seluruh aktifitasnya hanya ditempat itu saja, seperti mandi yang dibantu anaknya atau suaminya, demikian juga tidur, melakukan aktifitas makan maupun minum, bercengkrama, mengibur diri hingga buang air besar maupun kecil di tempat itu menggunakan pospot dan alat lainnya.
Read More