Ust. Adi Hidayat Beri beasiswa Untuk Johny Gala, Siswa SMP yang Panjat Tiang Bendera Karena Tambangnya Putus

Ust. Adi Hidayat Beri beasiswa Untuk Johny Gala, Siswa SMP yang Panjat Tiang Bendera Karena Tambangnya Putus

Ustadz Adi Hidayat yang dikenal karena kecerdasannya dalam hafalan Al-Qur'an beserta letaknya dan banyak hafalan hadisnya, memberikan beasiswa pendidikan sebesar 25 juta rupiah dari AkhyarTV kepada Johny Gala.  Johny Gala adalah seorang siswa SMP kelas VII yang telah memanjat tiang bendera yang macet pada saat upacara Kemerdekaan RI ke 73 di Atambua.

Pemberian bea siswa tersebut Disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat saat mengaucapkan "Dirgahayu Republik Indonesia ke-73" dari Kota Mekkah Al Mukarromah, Jum'at 17 Agustus 2018 pukul 17.50 Waktu Setempat. Lihat Videonya di link berikut: https://www.facebook.com/akhyartv/videos/295438584554187/

AkhyarTV
Siapakah Johny Gala? Yohanes Andigala, biasa dipanggil Johny Gala merupakan anak yang tinggal di RT 12/RW 05 Dusun Halimuti, Desa Silawan. Bocah ini duduk di bangku kelas VII SMPN Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Menurut Johny, ia hanya spontan saja memanjat tiang bendera. Tak ada yang menyuruhnya. Tindakan itu ia lakukan karena hanya ingin melihat bendera Merah Putih berkibar saat upacara HUT Kemerdekaan RI di Pantai Mota'an, Desa Silawan, Kabupaten Belu, NTT Jumat (17/8/2018).

Dikutip dari http://www.tribunnews.com, saat kejadian ia sedang berada di tenda P3K karena istirahat. Sebelumnya ia mengeluh sakit perut, ia pun disuruh beristirahat di tenda P3K yang ada di lokasi upacara.

Saat sedang tiduran itu, ia tiba-tiba mendengar jika tali bendera putus. Dan, harus ada yang memanjat tiang untuk menarik kembali ujung tali bendera yang nyantol di atas tiang bendera.

Melihat itu, spontan anak kesembilan dari pasangan Viktor Lino Fahik Marsal dan Lorensa Gama ini pun langsung lari ke arah tiang bendera.

Seperti terlihat dalam tayangan video yang viral di media sosial, Johny memanjat tiang bendera. Meski sempat berhenti di tengah-tengah, namun kemudian ia melanjutkan menaiki tiang bendera untuk kemudian menarik salah satu ujung tali bendera untuk ditarik dan dibawa ke bawah.

Aksi nekat sang bocah ini diabadikan seorang warga yang juga staf pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN) Motaain saat upacara berlangsung.

Videonya menjadi viral setelah diposting akun FB bernama Ika Silalahi dan dibagikan puluhan ribu kali. Lihat Videonya di link berikut: https://www.facebook.com/ika.silalahi.58/videos/10156003756898229/
Read More
Arti dan Tata Cara Tahallul dalam Haji dan Umrah

Arti dan Tata Cara Tahallul dalam Haji dan Umrah

Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan, dalam haji dan umrah maksudnya adalah diperbolehkannya jamaah haji dari larangan/ pantangan ihram. Tahallul disimbolkan dengan mencukur minimal 3 helai rambut.

Tahallul merupakan rukun umroh ke empat yang harus dilaksanakan oleh seluruh jamaah umroh. Diantara rukun umroh itu adalah: Niat Ihram, Thawaf, Sa’i, Tahallul, Tertib. umumnya tahallul dilakukan saat berada disekitar bukit Marwah.

Tahallul dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Tahallul Umroh, yakni mencukur rambut selesai melakukan sa’I pada ibadah umroh. Hal ini sebagai isyarat seseorang telah berlepas dari keadaan ihram umroh.
  2. Tahallul Haji, yakni mencukur rambut dalam pelaksanaan rukun-rukun haji. Tahalul haji sendiri kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu Tahallul awal dan tahallul Qubro.

Ketika kita sudah melakukan niat ihram, maka berlakulah larangan-larangan ihram yang harus kita patuhi salah satunya adalah mencabut atau memotong rambut yang ada di tubuh baik disengaja maupun tidak disengaja. Dan secara bahasa, tahallul memiliki arti “menjadi boleh” yang mengisyaratkan bahwa seseorang menjadi terbebas dari larangan ihram dan sebagai symbol selesainya rangkaian ibadah umroh dengan menggunting sebagian atau seluruh rambut di kepala.

Dengan dilakukannya tahallul, maka seseorang yang sebelumnya dalam kondisi ihram tidak boleh melamar, menikah dan menikahkan, kemudian larangan tersebut gugur dengan selesainya tahallul.

Tata Cara Bertahallul
  • Tahallul dapat dilakukan oleh diri sendiri atau oleh orang lain. Untuk tahallul yang dilakukan oleh orang lain, syaratnya orang tersebut jemaah umroh yang sudah bertahallul sebelumnya.
  • Dilakukan dengan yang semuhrim. Bagi jamaah perempuan, sebaiknya mencari tempat yang sepi agar aurat tidak terlihat. Ingat, anda masih dalam keadaan ihram selama belum bertahallul. 
  • Tahallul dilakukan dengan mencukur rambut kepala. Bagi jamaah laki-laki yang dicukur gundul, memulainya dari sisi sebelah kanan. Bagi mereka yang sudah gundul, maka tahallul dilakukan dengan menjalankan gunting pada kepalanya sebagai isyarat telah menyelesaikan tahallul.
  • jumlah rambut yang dipotong minimal sebanyak tiga helai dan disunnahkan untuk mencukur habis rambut bagi jamaah laki-laki. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah Muhammad Sallalahu alaihi wassalam mendoakan seseorang yang memotong pendek (tidak gundul) sebanyak satu kali, namun beliau mendoakan seseorang lainnya yang menggundul kepalanya sebanyak tiga kali.

tahallul umrah, sejarah tahallul, hukum tahallul, waktu pelaksanaan tahallul, tahallul bagi wanita, tata cara tahallul, tahallul tsani, tahallul tsani dilakukan setelah,
Read More
Mengapa Burung Merpati di Masjidil Haram - Mekkah Tidak Boleh Diburu / Dibunuh

Mengapa Burung Merpati di Masjidil Haram - Mekkah Tidak Boleh Diburu / Dibunuh

Saat kita berada di tanah suci Mekkah, baik saat melakukan ibadah Haji atau Umrah maka tidak asing dengan keberadaan burung dara atau merpati. Burung burung tersebut bebas kerkeliaran terbang kemanapun ia mau tanpa ada yang berani menangkap atau mengganggu.

Burung merpati ini biasanya berkumpul di pingir-pinggir jalan, trotar atau tanah lapang di sekitar kota Mekkah. Bahkan ada yang mendekat ke area Masjidil Haram. Kadang-kadang kita dapat melihat seseorang memberikan makanan berupa butiran ke kerumunan burung-burung tersebut.

Sebagian percaya burung-burung tersebut merupakan keturunan peliharaan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW.

Tonton Video Merpati di Sekitar Masjidil Haram Di Bawah ini:

Dari sisi fisik, merpati Aisyah tidak berbeda dengan burung pada umumnya. Warnanya biru laut cenderung gelap. Penggemar burung menyebutnya warna megan.

Burung Dara atau merpati di Kota Mekkah adalah termasuk salah satu hewan yang halal dagingnya untuk dimakan. Sehingga tidak boleh diburu, dibunuh ketika berada di tanah Haram.

Apabila kita sedang tidak berpakaian ikhram dan membunuh merpati ini, maka dendanya sama dengan harga burung tersebut. Namun bila membunuh merpati di tanah haram saat sedang ihram haji atau umrah maka seseorang diwajibkan untuk membayar dam atau denda.

Untuk dam (denda) jenis ini adalah dengan menyembelih satu ekor binatang unta atau sapi , atau kambing, yang semuanya memiliki harga yang sepadan dengan binatang yang dibunuh. Atau dengan mengetahui harga binatang yang dibunuh yang kemudian ditukarkan dengan uang untuk membelikan makanan yang akan dibagikan kepada fakir miskin.

Satu hal yang Saya rasakan saat berada di Masjidil Haram, bahwa saya tidak melihat burung-burung merpati ini melintas di atas Ka'bah, berkeliaran di lantai Masjidil Haram, atau mendekat ke Ka'bah.

Bukan saja di tanah Haram, burung merpati yang jumlahnya banyak tersebut terdapat pula di sekitaran Masjid Nabawi di Kota Madinah. Anda dapat melihat ribuan merpati tersebar dan terbang di sekitar makam Baqi.

Tonton Video Penampakan Burung Merpati di Makam Baqi - Madinah:
Read More
Masjid Ji'ranah - Tempat Miqat dan Haji Paling Bersih

Masjid Ji'ranah - Tempat Miqat dan Haji Paling Bersih

Masjid Ji’ranah Atau Ji'ronah
Ji’ranah Atau Ji'ronah, adalah nama sebuah desa yang berjarak sekitar 26 km dari Kota Makkah. Lokasinya berada di perbatasan Kota Makkah ke arah Thaif.

Di Kampung Ji’ranah ini, ada beberapa tempat ziarah lainnya seperti sumur yang dikenal dengan Bir Thaflah. Menurut sejarah, air muncul dari sumur ini ketika Rasulullah SAW kehabisan persediaan air, namun tidak ditemukan air. Nabi Muhammad SAW memukulkan tongkatnya. Berkat kekuasaan Allah SWT, terpancarlah air.

Nama ini pada mulanya adalah sebuah nama yang diberikan kepada seorang wanita yang mengabdikan dirinya menjaga dan membersihkan sebuah masjid yang terdapat di desa tersebut.

Masjid ini berwarna putih dengan menara yang dilengkapi lampu berwarna hijau. Luas Masjid Ji'ranah mencapai 1.600 meter persegi dan 'hanya' dapat menampung hingga 1.000 jamaah. Tapi, fasilitas masjid ini cukup lengkap. Ada kamar mandi, tempat wudhu, dan area parkir yang luas.

Rasulallah SAW pernah singgah di tempat ini sepulangnya dari perang Hunain. Beliau bermukim selama 13 hari di Ji'ranah, kemudian melakukan umrah. Di lokasi Rasullah SAW melakukan miqat dibangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ji'ranah.

Ji’ronah merupakan salah satu tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah miqat [miqat makani). Menurut ulama Mazhab Maliki, seseorang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah boleh menggunakan miqat Ji 'ranah atau Tanim.

Incoming search: pengertian ji'ronah, gambar masjid ji'ronah, sejarah miqat hudaibiyah, masjid ji'ronah lamongan, masjid tan'im, masjid hudaibiyah, peristiwa ji ranah, sejarah masjid bir ali,

Tonton Video Masjid Ji'ranah ini:
Read More