Sejarah Masjid Quba - Masjid Pertama Dibangun Nabi Muhammad SAW

Sejarah Masjid Quba - Masjid Pertama Dibangun Nabi Muhammad SAW

Masjid Quba
Gambar Masjid Quba dilihat dari Tempat parkir Bus
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Dibangun pada tanggal 8 Rabiul awal 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).


Sejarah

Dalam sejarah Islam, masjid yang pertama dibangun adalah masjid Quba. Ketika Baginda Nabi SAW dalam perjalanan hijrah ke Madinah, di kampung Quba.

Setelah mengarungi padang pasir yang sangat luas dan amat panas serta mendaki gunung dan menuruni jurang dalam rangkaian perjalanan hijrah NYA, Rasulullah SAW pada hari Senin tanggal 8 Rabiul alawal tahun 1 Hijrah tiba di desa Quba, sebuah tempat yang berjarak kira – kira berjarak 10 km jauhnya dari Yatsrib (sekarang Madinah).

Adapun pembangunan nya dilakukan pada saat kedatangan Rasulullah SAW di desa Quba dalam perjalanan hijrahNYA menuju Madinah yaitu 12 Rabi’ulawal tahun ke 13 hijrah (622 Masehi). Masjid ini terletak di kaki bukit dengan telaga yang mengalirkan air jernih yang menyuburkan pepohonan dan kebun – kebun kurma disekitarnya.

Selama 4 hari beristirahat, Rasulullah SAW mendirikan sebuah masjid, yaitu yang sekarang dikenal dengan masjid quba. Inilah masjid yang pertama kali didirikan dalam sejarah Islam sebelum Masjid Nabawi.

Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu ‘anhu mengusulkan, untuk membangun tempat berteduh bagi Baginda Nabi Shallailahu alaihi wasallam agar dapat beristirahat siang dan mendirikan shalat dengan tenang. Lalu, Sayyidina ‘Ammar Radhiyallahu ‘anhu mulai mengumpulkan batu-batu dan mendirikan masjid.

Pada awal pembangunan Masjid Quba, Rasulullah saw adalah yang pertama kali meletakkan batu tepat di kiblatnya, Abu bakar kemudian datang membawa batu dan meletakkannya. Dilanjutkan Umar yang meletakkan batu disamping batu abu bakar. Setelah itu barulah kaum muslimin beramai ramai membangunnya.

Allah s.w.t memuji masjid ini dan orang yang mendirikan shalat di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:

"Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) shalat di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri......." (At Taubah, 108).


Keutamaan Masjid Quba

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba, lalu ia shalat di dalam masjid quba, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.(HR. Tirmdzi)


Keistimewaan serta fadhilah Masjid Quba:
  1. Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW
  2. Shalat di Masjid quba memperoleh keistimewaan dan pahala sebanding dengan satu kali pahala umroh
  3. Menurut Hadist Tirmidzi dan lainnya dari Usaid bin Zubair, Rasulullah bersabda: صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِ قُبَاءٍ كَعُمْرَةٍ . Artinya:“Satu kali Sholat di Masjid quba adalah sama dengan Satu kali Umroh”


Renovasi 

Masjid Quba yang saat ini berbeda dengan mesjid quba pada saat zaman Rasulullah saw dulu, yang saat ini berdiri adalah mesjid yang telah direnovasi dan diperluas pada masa Kerajaan Arab Saudi.

Zaman dulu saat dibangun, masjid ini berdiri diatas kebun kurma dengan luas 1200 meter persegi. Saat ini luas mesjid quba sekitar 5.035 meter persegi.

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud.

Renovasi dan perluasan masjid quba telah menelan biaya sebesar 90 juta riyal dengan daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986.


Bangunan masjid Quba

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk daripada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat shalat yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Saat ini luas mesjid quba sekitar 5.035 meter persegi. Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Saat akan memasuki bagian dalam masjid, sebaiknya memperhatikan petunjuk di dinding luar masjid. Itu adalah penunjuk pintu masuk yang dikhususkan bagi jamaah laki-laki atau perempuan. Akan terpampang pada sebuah plakat yang ditempelkan ke dinding pintu masuk untuk jamaah laki-laki maupun perempuan. Tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalam masjid.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Quba

Read More
Inilah Makam Nabi Muhammad SAW Di Masjid Nabawi, Kota Madinah

Inilah Makam Nabi Muhammad SAW Di Masjid Nabawi, Kota Madinah

Makam Nabi Muhammad SAW

Makam Nabi Muhammad SAW terletak di kompleks Masjid Nabawi, Saudi Arabia tepatnya di sebelah utara. Sebelum diperluas Makam Rasulullah dinamakan Masqurah. Setelah masjid Nabawi diperluas, makam Nabi Muhammad menempel dengan bangunan masjid sebelah utara dengan kubah berwarna hijau.

Kubah hijau yang dikenal dengan nama Kubah Khudra dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmud (1233 H), dan kini menjadi ciri khas atau identitas Masjid Nabawi.

Di samping makam Rasulullah, ada makam Abu Bakar Sidiq dan Umar bin Khattab. Saat Masjid Nabawi diperluas, maka rumah Aisyah posisinya berada di dalam kompleks Masjid Nabawi.

Letak makam Rasulullah, Abu Bakar dan Umar tepat bersebelahan dengan wilayah Raudhah.

(Baca juga: "Biografi Nabi Muhammad S.A.W - Nabi dan Rosul Terakhir; Panutan Bagi Seluruh Umat Manusia")

Dikutip dari buku 'Amalan di Tanah Suci: Membantu Haji & Umrah Anda Lebih Produktif' karya H Rafiq Jauhary, Jumat (23/9/2016), makam Rasulullah dulunya tidak berada di dalam masjid, namun ada di dalam rumah Aisyah. Makamnya berupa gundukan tanah setinggi dua jengkal.

Selanjutnya di masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (91 H), dibangun tembok tinggi sekitar 6,5 m di sekeliling makam Rasulullah (sekat mukhamas). Mukhamas ini tak beratap dan tak berpintu agar orang sulit melihat ke dalam. Untuk mengamankan dari pencurian, atas inisiatif Sultan Nuruddin (577 H) makam Rasulullah sekelilingnya dicor dengan timah. (berbagai sumber)

keajaiban makam rasulullah, makam rasulullah dibuka, makam nabi muhammad saw video, makam rasulullah saw photo, pencurian jasad nabi muhammad saw, letak makam nabi muhammad saw, makam nabi muhammad saw asli


Read More
Hari Pertama di Madinah, Shalat Tahajud Dan Subuh di Masjid Nabawi

Hari Pertama di Madinah, Shalat Tahajud Dan Subuh di Masjid Nabawi

Masjid Nabawi
Alhamdulillah akhirnya Saya dan teman-teman yang tergabung dalam jemaah umroh MQ Travel sampai di Madinah kira-kira pukul 1.30 waktu Madinah, dan sampai di Hotel kira-kira pukul 2.30 waktu Madinah.

(Baca Juga: "Pertama Kali Nginap di Hotel Madinah? Pelajari dulu Hal ini Agar Tidak Terlihat Kampungan")

Setelah mendapatkan kunci kamar hotel, kami langsung menuju ke kamar masing-masing. Saat itu saya beserta ketiga teman sekamar mendapatkan kamar Nomor 29 yang berada di lantai 7. Hotel yang kami inapi adalah Al Eiman Taibah.

Saat itu kami tak sempat beristirahat untuk tidur, karena sebentar lagi akan datang waktu subuh. Setelah membongkar kopor dan mandi, kamipun berangkat ke Masjid Nabawi yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap.

Suhu yang begitu dingin tak menyurutkan niat kami untuk beribadah di salah satu masjid suci. Bulan Nopember ini memang waktu favorit jamaah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah karena suhunya mirip dengan di Indonesia.

Selain suhunya yang ramah dengan orang indonesia, niat besar saya beribadah di Masjid Nabi ini karena ganjaran pahala ibadah yang begitu besar, nilai ibadah yang dilakukan di Masjiddil Madinah Al Munawwaroh adalah sama dengan kita beribadah 1000 (seribu) kali di masjid lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

Betapa terpesonanya saya saat melihat keindahan, kemegahan Masjid Nabawi yang sebelumnya hanya dapat dilihat melalui gambar-gambar di internet, kini terlihat jelas di depan mata. Hati ini tak henti hentinya memuji Nama Allah dan mengucapkan sholawat kepada nabi Muhamad SAW.

Payung-payung raksasa dapat kami lihat begitu memasuki area luar masjid, di bawahnya terhampar karpet yang sebagian sudah terisi dengan jamaah.

Sempat kami bingung saat memasuki pintu masjid yang begitu banyak, saat itu kami masuk dari pintu barat. Namun kebingunan itu hilang setelah masuk ke dalam masjid. begitu banyak orang-orang dari berbagai bangsa seluruh dunia yang ada di sana.

Saat memasuk pintu masjid, kami lepas sandal lalu dimasukkan ke tas yang sudah kami sediakan sebelumnya. begitu masuk ternyata di depan pintu bagian dalam ada rak-rak tempat menyimpan alas kaki. Kita sebenarnya bisa saja meletakkan alas kaki di rak tersebut, namun takutnya lupa atau malah tertukar dengan yang lain mengingat banyaknya jemaah.

Waktu Adzan subuh di masjid Nabawi saat itu adalah pukul 05.19 waktu Madinah, dan kami sampai ke masjid sekitar pukul 04.30. Mengingat waktu yang masih lama menuju adzan subuh, setelah shalat Tahiyatul masjid, kami lanjutkan dengan shalat tahajud.

Selepas tahajud masih ada sisa waktu beberapa menit, beberapa orang ada yang berdikir, sementara yang lainnnya membaca Al Qur'an. Perlu diketahui bahwa di setiap tiang/pilar Masjid Nabawi terdapat beberapa mushaf Al Qur'an yang dapat dibaca saat berada di dalam masjid, namun tidak boleh dibawa pulang.

Tibalah berkumandangnya Adzan subuh. Terdengar begitu merdu suara muadzin Masjid nabawi. Didukung oleh kualitas sound system speaker masjid Nabawi yang bagus, membuat suasana saat itu begitu menggetarkan jiwa.

Selepas shalat Subuh, dilanjutkan dengan shalat Jenazah yang dipimpin langsung oleh imam masjid. Setiap usai salat fardhu di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi, muadzin biasanya menyerukan kepada jemaah untuk salat jenazah. Disarankan para jemaah mengikuti salat jenazah tersebut karena memiliki banyak keutamaan.

Alhamdulillah, hari pertama di Madinah diawali dengan menunaikan shalat tahajud dan Subuh berjamaah di Masjid Nabawi.

Read More
Prosedur Pengambilan Hasil Rontgen, CT-Scan, dan MRI di RS. Santosa Bandung

Prosedur Pengambilan Hasil Rontgen, CT-Scan, dan MRI di RS. Santosa Bandung

Kartu berobat pasien RS. Santosa Bandung
Kartu berobat pasien RS. Santosa Bandung
Banyak orang bingung bagaimana caranya mengambil hasil foto Radiologi : Rontgen, CT-Scan, dan MRI di RS. Santosa Bandung. Padahal caranya sangatlah mudah.

Pada awalnya sayapun bingung untuk mengikuti proses pengambilan di Radiologi, namun setelah dijalani ternyata sangatlah mudah.

Hal ini dapat saya ceritakan karena saya mengalaminya sendiri sewaktu mengambil hasil MRI orang tua saya. Sebelumnya, ibu saya dirawat di rumah sakit Santosa jalan kebonjati hanya untuk menjalani MRI bagian kepala. Proses tersebut dilakukan setelah mendapat rujukan dari rumah sakit sebelumnya yang dekat dengan rumah. Setelah selesat di-MRI akhirnya Ibu saya diperbolehkan pulang, namun hasil MRI hanya dapat diambil 5-7 hari setelah pulang dari RS.

Baca juga:



Tibalah waktu yang ditentukan itu, hari ini 8 Januari 2018 saya pergi ke rumah sakit Santosa. Setelah memarkirkan kendaraan sayapun langsung menuju lantai 1 tempat segala aktifitas surat-menyurat/pendaftaran pasien. Karena Lift saat itu penuh dengan yang mengantri akhirnya saya putuskan naik tangga saja.

Sesampainya di lantai 1, sayapun menuju loket pendaftaran Radiologi, letaknya di sebelah utara lobi. Kemudian saya mengutarakan maksud saya ke petugas di sana, kata petugasnya kalau mau ambil hasil radiologi tinggal serahkan saja bukti pembayaran atau kartu berobatnya.

Saya: "Permisi bu, saya mau ambil hasil MRI"
Petugas: "Oh.. bisa, ada bukti pembayaran atau kartu berobatnya?"
Saya: "ada... ini"
Petugas: "silahkan tunggu sebentar, kami cari dulu, silahkan duduk nanti dipanggil"
Map Hasil Rontgen, CT-Scan, dan MRI di RS. Santosa Bandung
Map Hasil Rontgen, CT-Scan, dan MRI di RS. Santosa Bandung
Tak lama kemudian pestuas memanggil nama ibu saya, dia memberikan Map warna hijau-kuning beserta kartu berobat yang saya kasih tadi.Sya sarankan anda membawa tas atau kantong plastik besar, karena map ini berukuran agak besar.

Sayapun lega, dan pulang dengan senang hati. Ternyata mudah mengambil Hasil MRI itu, tak seribet yang dipikirkan.
Read More
Pertama Kali Nginap di Hotel Madinah? Pelajari dulu Hal ini Agar Tidak Terlihat Kampungan

Pertama Kali Nginap di Hotel Madinah? Pelajari dulu Hal ini Agar Tidak Terlihat Kampungan

Bagi anda yang pertama kali akan berangkat ke tanah Suci Madinah, dan belum pernah menginap di hotel Berbintang (Bintang lima) tentu akan asing dengan berbagai fasilitas yang disediakan di hotel tempat menginap. Hal ini pernah saya rasakan saaat melakukan perjalanan umroh bersama MQ Travel tahun 2017 lalu.

Agar anda tidak disebut kampungan, ada baiknya pelajari dulu hal-hal yang akan anda temui di sana, karena banyak hal-hal yang tidak akan anda temui di tanah air.


Kunci Kamar
Kunci kamar hotel bentuk kartu ATM
Penggunaan Kunci kamar hotel bentuk kartu ATM
Saat tiba di Madinah, saya dan teman sekamar mendapatkan kunci kamar hotel, masing-masing mendapatkan satu kunci. Dalam kunci dersebut terdapat nomor kamar, bila terdiri dari tiga digit maka angka pertama menunjukkan nomor lantai sedangkan dua nomor dibelakangnya adalah nomor kamar. Misalnya 729, maka kamar kita terletak di lantai 7 dan nomor kamar 29.

Perlu diketahui bahwa kunci kamar yang ada di Hotel berbeda dengan kunci kunci yang biasa digunakan. Kunci ini berbentuk kartu seukuran KTP yang memiliki bagian untuk digesek oleh alat pemindai magnetik di setiap pintu kamar hotel.

Cara menggunakannya adalah dengan memasukkan kartu tersebut ke lubang yang tersedia seperti anda memasukkan kartu ATM ke mesin ATM, untuk diperhatikan bahwa jangan lama memasukkan kartu, bila lampu indikator sudah menjai biru/hijau segera cabuk kartu dan buka pintu segera.   Atau juga ada yang dengan menempelkan kartu ke bagian atas gagang daun pintu. Setelah anda menasukkan kartu, maka lampu indikator yang asalnya berwarna merah akan berubah menjadi hijau, ini pertanda bahwa kunci telah terbuka dan pintu dapat dibuka.

Setelah pintu terbuka, anda akan melihat ruangan dalam keadaan gelap. Letakkan kartu tadi di kotak kecil yang nempel di dinding kamar, ini adalah saklar lampu yang akan menyalakan lampu bila kita memasukkan kartu/ kunci tadi ke dalamnya.Selanjutnya biarkan kartu di tempat tadi, karena kalau dicabut maka lampu akan mati mebali.

Saat anda akan keluar kamar, cabut dan bawa kunci pintu keluar pintu untuk digunakan lagi saat akan masuk pintu kamar.


AC (Air Conditioning) 

AC (Air Conditioning)  adalah penyejuk ruangan, umumnya AC di kamar hotel tidak menggunakan remote control untuk mengoperasikannya. Anda dapat menyelakan atau mematikan AC dengan perangkat yang menempel di dinding kamar, cari saja in Sya Alloh ketemu.


Kamar mandi

toilet al eiman taibah hotel medina

Ada beberapa fasilitas yang diberikan dikamar mandi seperti bathup, washtafel, kloset duduk dan hairdryer. Perlengkapan mandi bisa digunakan secara gratis, seperti: sabun, sampo dan sikat gigi. Biasanya perlengkapan mandi tersebut diletakkan di wadah kecil atau di dalam kotak karton.
 

Bedakan antara keset dan handuk. Biasanya bentuknya mirip. Keset yang terlipat diletakkan di dekat bak berendam (bathup), sedangkan handuk terlipat diletakkan di bagian atas, bisa di atas toilet atau bathtub, atau diatas tempat tidur. Handuk bisa minta diganti dengan cara meletakkan handuk yang ingin diganti ke lantai. Pihak hotel akan sekaligus menggantinya ketika membersihkan kamar. Namun disarankan untuk tidak terlalu sering mengganti handuk, yang artinya lebih hemat air dan berkontribusi terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan detergen.



Toilet
Toilet duduk di Madinah
Toilet duduk
Hotel-hotel yang ada di kota Madinah, umumnya menggunakan toilet duduk dalam setiap kamar mandi. Saat anda akan BAB, anda tinggal duduk saja. Setelah selesai ambil selang penyemprot untuk cebok, selang ini berada di pinggir sebelah kanan toilet. Setelah selesai tekan tombol kedalam atau mengangkat tuas yang ada dibelakang kloset duduk.


Kamar mandi kering

Di dalam sebuah kamar mandi, disediakan kamar mandi kering di hotel. Mandi dapat dilakukan dengan shower atau dengan berendam di bathup. Untuk berendam di bathtub, sebelumnya harus menampung air secukupnya lalu masuk ke dalamnya dan berendam.


Shower dapat digunakan dengan mengangkat tuas yang ada diantara kran air panas dan air dingin.
Jangan lupa menutup bathup dengan meletakkan tirai disisi dalam bathup. Hal ini untuk mencegah air keluar kesisi luar bathup agar kamar mandi tetap kering, tidak becek, sehingga tidak mudah terpeleset.


Kran kamar mandi. Kamar mandi hotel juga difasilitasi oleh air dingin dan air panas. Air dingin bisa didapatkan dari kran dengan tanda warna biru. Air panas didapatkan dari kran dengan tanda warna merah. Untuk mendapatkan suhu/kehangatan air yang pas, terlebih dahulu putar kran air dingin kemudian putar kran air panas perlahan-lahan sampai didapatkan kehangatan yang sesuai dengan kebutuhan.



Telepon di dalam kamar


Telepon yang sudah disediakan di dalam kamar hotel dapat digunakan antar kamar dan tidak dikenai biaya alias gratis. cara menggunakannya adalah dengan menekan tombol yang sesuai dengan nomor kamar yang akan kita tuju. Sedangkan telepon keluar (telp lain dalam kota, luar kota maupun HP) dikenai biaya.


Hal lain yang perlu diperhatikan:
  • Meskipun membersihkan kamar menjadi tanggungjawab petugas hotel, namun kita sebagai muslim harus peduli dengan kebersihan. Di dalam kamar tidak diperkenankan mer0k0k.
  • Jangan membawa pulang handuk, keset, hair dryer atau barang-barang lain di hotel yang merupakan inventaris/peralatan hotel. Pihak hotel akan melakukan pengecekkan barang-barang tersebut saat peserta check out. Jika didapati ada barang yang hilang, pihak hotel akan memberikan denda kepada Panitia. Panitia akan meminta peserta yang menempati kamar tersebut untuk membayar biaya denda kehilangan barang kepada pihak hotel sesuai jumlah yang ditagihkan.
Read More
 Ini Yang Saya Alami Ketika Pertama Kali Tiba Di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi

Ini Yang Saya Alami Ketika Pertama Kali Tiba Di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi

Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi
Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi
Ini adalah kelanjutan dari postingan saya tentang cerita perjalanan umroh bersama MQ Travel. Setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam-an, Alhamdulillah akhirnya pesawat yang kami tumpangi, Saudi Arabian Airlines sampai di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi pada hari kamis 24/11/2017sekitar pukul 00:30. Sebelumnya Pesawat Saudi Airlines take Off dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia pada hari kamis 23/11/2017 sekitar pukul 16.30 WIB.

Begitu sampai, suasa bandara terlihat lengang, hanya orang-orang dari pesawat yang kami tumpangi saja yang terlihat. setelah keluar pesawat, kami melewati pos pemeriksaan bandara, terlihat para pegawai di sana yang kesemuanya laki-laki, mengenakan pakaian khas Arab. Mereka memakai pakaian gamis berwarna putih yang dikenal dengan nama Thawb  atau Thobe lengkap dengan penutup kepala yang disebet dengan keffiyeh.
Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz (IATA: MED, ICAO: OEMA) (Arab: مطار الأمير محمد بن عبد العزيز الدولي Maṭār al-Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Ad-Dualy‎) adalah bandara yang terletak di Timur Laut Kota Madinah, Provinsi Madinah, Arab Saudi. Bandara ini memiliki kode IATA MED dan kode ICAO OEMA.
Satu persatu Paspor dan sidik jari kami diperiksa. Bila tidak ada masalah maka dilanjutkan dengan antrian selanjutnya, alhamdulillah pemeriksaan berjalan lancar.

Kemudian kami akan melewati pemeriksaan dengan sinar x (X-Ray). Semua barang yang dibawa harus melewati bagian ini, termasuk HP dan benda logam lainnya. Bukan itu saja, badan kitapun harus di x-ray.

Ada kejadian lucu sesaat setelah melewati x-ray ini. Saat kami akan mengambil tas kopor yang sudah melewati x-ray, pegawai bandara melarangnya. Sempat ada insiden tarik menarik antara kami dan petugas bandara (porter). Awalnya kami bingung apa yang mereka katakan, namun setelah mereka mengatakan (dengan bahasa Indonesia) ...sudah... sudah... baru kami mengerti. Ternyata penanganan di bandara Madinah berbeda, saat kopor sudah selesai diperiksa maka kopor-kopor itu menjadi tanggung jawab bandara untuk diangkut sampai masuk ke bagasi bis yang akan kami tumpangi menuju Masjid Nabawi.

Saat keluar tak jauh dari Bandara, bis yang akan kami tumpangi sudah siap. Kamipun masuk ke dalam bis dengan tengang karena tidak sibuk dengan urusan koper-koper kami.

Sekian dulu ceritanya, ketemu lagi di postingan selanjutnya... terimakasih atas kunjungannya.
Read More
Anda Akan Tercengang Melihat Harga Air Mineral di Bandara Ini

Anda Akan Tercengang Melihat Harga Air Mineral di Bandara Ini

Pada Hari kamis, 23 Nopember 2017 Saya beserta rombongan jemaah Umroh melakukan penerbangan ke Madinah-Arab Saudi melalui bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. Ini adalah pengalaman saya yang pertama kali, bukan saja umroh namun naik pesawatpun baru kali ini.

(Baca juga: "Pengalaman Pertama Umroh Dengan Pesawat Saudi Arabian Airlines")

Yang namanya pertama kali tentu saja banyak hal yang belum diketahui mengenai apa apa yang akan dialami. Padahal di rumah sudah tanya sana sini, termasuk di Internet saya mencari tau apa saja pengetahuan yang diperlukan bila naik pesawat saat umroh.

Saat masuk ke bandara, semua barang diperiksa, termasuk badan kita. Barang barang seperti senjata tajam, gunting, termasuk minuman botol dilarang masuk. Saat itu saya membawa minuman air mineral, dan diharuskan dibuang ke tempat sampah atau diminum di situ juga. Ya sudah... karena saya masih kenyang akhirnya botol air mineral yang baru dibeli dari rumah saya relakan dibuang.

(Baca juga: "Pertama Kali Naik Pesawat? perhatikan Barang-Barang Yang Tidak Boleh Dibawa Ke Bandara")

Saat menunggu di Bording Room (ruang tunggu sebelum masuk ke dalam pesawat) tiba-tiba saya merasakan pusing, syukurlah saya membawa obat yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya, namun yang menjadi masalah, air minumnya tidak ada. Kemudian Saya minta tolong ke suami untuk membelikan air mineral di toko-toko sekitar ruang tunggu.

Tak lama berselang suami saya datang dengan tersenyum-senyum sambil memberikan air mineral 600ml beserta notta pembeliannya. Betapa kagetnya saat saya lihat, ternyata harga satu botol air mineral 600ml Merek Aqua harganya Rp. 25.000,-. Padahal kalau di warung-warung atau mini market maksimal harganya 4000 rupiah. Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat bukti pembeliannya di bawah ini:
struk/bon/notta belanjaan air mineral di bandara Soekarno Hatta
Klik gambar untuk memperbesar
Saya jadi teringat botol mineral yang dibuang tadi saat pemeriksaan, ke boarding room tidak boleh membawa air botol mineral. Padahal di sini ada yang jual.... dan botol yang masih ada sisa airnya tersebut boleh dibawa ke dalam pesawat... ah sudahlah.

Tapi saya tidak berfikir lebih jauh, anggap saja sodaqoh, dan menjadi pelajaran buat Saya ke depannya. Kemudian sayapun minum obat dengan air yang berharga mahal tersebut, sambil menunggu pesawat datang sayapun terdidur di kursi. Alhamdulillah setelah itu pusing di kepalapun hilang.

Terimakasih sudah mampir ke blog Saya yang sangat sederhana ini, semoga artikel ini bermanfaat.
Read More